Skip to main content

Covid-19. BPC PKB Pakpak Bharat SUmatera Utara memberikan bantuan pangan...





BPC PKB Kabupaten Pakpak Bharat Sumatera Utara memberikan bantuan pangan kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi oleh pandemi Covid-19. Terima kasih kepada Pak Ir. Juanda Banurea dkk atas kebaikan hatinya.
**

Para sahabat semua yang melihat video ini (viewers), mari lakukan protokol kesehatan yang dtitetapkan Pemerintah RI: hidup sehat, sesering mungkin cuci tangan dengan sabun (minimal 20 detik) dan air mengalir, jaga jarak (1,5 - 2 m), pakai masker, tinggal di rumah; kalau terpaksa keluar rumah untuk keperluan mendesak dan sangat penting, pakailah masker dan segera pulang, lalu cuci tangan atau mandi, dan ganti masker. Jangan pernah sentuh wajah, mulut, hidung dan mata sebelum cuci tangan.

Para sahabat semua yang melihat video ini (viewers), Pemerintah menggagasi era "Hidup Normal Baru" ini dimana kita hidup berdamai (atau hidup berdampingan) dengan virus Covid-19. Hidup Normal Baru artinya hidup normal dengan cara baru. Inti implementasinya adalah mari hidup dengan produktif dan sehat dengan cara menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah.
Konsepsi dan detail operasional dari "Hidup Normal Baru" tersebut sedang dikaji oleh Pemerintah RI untuk kemudian diterapkan.

Mari bersama-sama kita semua masyarakat dunia menghentikan penyebaran dan penularan virus Covid-19, dan membantu masyarakat yang menderita karena dampak pandemi Covid-19. Tuhan selalu hadir bagi kita.

Mohon klik subscribe, like dan bagikan.

Terima kasih.
Saya,
Prof. Dr. Ir. Sabam Malau

********

BPC PKB in Pakpak Bharat Regency, North Sumatra, provided food aid to communities economically affected by the Covid-19 pandemic. Thank you to Mr. Ir. Juanda Banurea and friends for their kindness.
**

All of you who are watching this video (viewers), let's do a health protocol established by the Government of Indonesia: live healthy, wash your hands as often as possible (minimum 20 seconds) and flow water, keep your distance (1.5 - 2 m), use masks, stay at home; if forced to leave the house for urgent and very important needs, wear a mask and go home immediately, then wash your hands or take a shower, and replace the mask. Never touch your face, mouth, nose and eyes before washing your hands.

Friends of all who see this video (viewers), the Government has initiated this "New Normal Life" era where we live in peace (or coexist) with the Covid-19 virus. New Normal Life means living a normal life in a new way. The core of the implementation is let's live productively and healthily by implementing health protocols established by the Government.
 The conception and operational details of the "New Normal Life" are currently being reviewed by the Government of Indonesia for later implementation.

Let's together all the people of the world stop the spread and transmission of the Covid-19 virus, and help people who suffer from the effects of the Covid-19 pandemic. God is always present for us.

Please click on subscribe, like and share.

thanks.
Me,
Prof. Dr. Ir. Sabam Malau

Comments

Arsip

Show more

Populer

Gallery of Iman Ikhtiar Zendrato

Terima kasih bro  Iman Ikhtiar Zendrato  (mahasiswa UHN Medan) atas inspirasinya. Semoga terwujud. DAFTAR PEMBELI . BELI ONLINE . METTLE COFFEE Salam Coffee, salam C. Salam Mettle, salam M. Terima kasih. Saya, Dr. Ir. Sabam Malau  - Produser/Pemilik (Producer/owner) METTLE COFFEE & TEA - Pakar kopi (coffee expert) - Penguji cita rasa kopi berlisensi/bersertifikat (Licensed Q Grader 2011-2014) – Pakar dalam menyangrai kopi - Dosen (lecturer) Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan - WA/HP: 08116506959 – CAFE di Kantin UHN Medan – Website : www.mettlecoffees.com   - BUY ONLINE di https://www.bukalapak.com/u/mettlecoffee . NB:          1. METTLE COFFEE adalah karyaku.    Saya meracik dan menyangrai METTLE COFFE dengan metode ilmiah moderen serta menguji cita rasanya dengan standar internasional.   2.   METTLE COFFEE merupakan kopi specialty yang terbuat dari 100% biji pilihan kopi Arabica dari dataran tinggi Sumatera Utara. 3. METT